TULUNGAGUNG – Pemerintah Daerah Kabupaten Tulungagung dalam rangka mengenang hari-hari besar nasional mengadakan kegiatan Upacara yang bertempat di halaman Pemkab Kaputen Tulungagung.
Upacara peringatan 3 (tiga) hari besar Nasional peringatan hari ibu ke-95, hari Bela Negara ke-75 dan hari AIDS sedunia tahun 2023 yang dikemas dalam satu kegiatan upacara dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 22 Desember 2022.
Upacara dipimpin PJ Bupati Tulungagung Dr. Ir. Heru Suseno, M.T dihadiri pejabat Ketua DPRD Tulungagung Marsono, S.Sos beserta Ibu, Kapolres Tulungagung Akbp Teuku Arsya Khadafi., S.H., S.I.K., M.Si beserta Ibu, Dandim 0807/Tulungagung Letkol Czi Nooris Agus Rinanto S.I.P beserta Ibu, Kepala Kejaksaan Negeri Tulungagung Ahmad Muchlis, S.H, M.H beserta Ibu, Sekda Tulungagung Drs. Sukaji, M.Si beserta Ibu dan Ketua Pengadilan Agama Hj. Musri, S.H., M.H.I.
Selain itu juga dihadiri, Kepala OPD Pemerintah Tulungagung, PJU Polres Tulungagung, PJU Kodim 0807 Tulungagung, dan tamu undangan lainnya, untuk peserta Upacara Anggota Kodim 0807, Anggota Polres Tulungagung, Dishub, Satpol PP, Anggota pemerintah Daerah, Mahasiswa dan Pelajar.
PJ Bupati Tulungagung Heru Suseno mengatakan, Hari ibu, peran ibu sangat luar biasa terutama dikeluarga untuk menyiapkan anak anak kita menjadi pemimpin bangsa, peran disektor publik artinya kesempatan para perempuan kita untuk berperan diberbagai bidang seperti legeslatif.
“Diaturan pemerintah kalo dijajaran legeslatif kan minimal 20%, tapi ini belum terpenuhi, artinya memang peran ibu di sektor pablik perlu masih banyak ditingkatkan”, ujarnya.
Tentang Bela Negara, kita menyadari bahwa saat ini ada media media yang memang harus dicermati adanya berita hoax
Hoax menjadi sangat penting kita harus antisipasi supaya kondisi dalam negara Republik Indonesia menjadi lebih baik, apa lagi saat ini masa-masa mendekati Pilpres berita hoax harus kita kendalikan dan kita cermati agar tidak menjadi sebuah berita yang akan meresahkan semua pihak”, ungkapnya.
Terkait dengan Aids, Aids menjadi PR bersama karena apa bila tidak dikendalikan akan menjadi penyakit yang berbahaya.
“Artinya berbahaya akan merusak segala lini kehidupan, baik sisi pada penderita maupun disekitarnya”, ucapnya.
“Akan tetapi, menurut kita bahwa apabila orang terkena Aids jangan kemudian dihindari dikucilkan, harus didekati bagaimana kita memberikan tritmen yang bagus pada penderita penderita Aids”, tandasnya.
Diakhir upacara di laksanakan pemberian hadiah kepada pemenang lomba lomba. (restu)












