TULUNGAGUNG – Pemkab Tulungagung kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Inovasi Kesehatan Ibu Hamil dan Anak Online dan Home Visite (KILAO HATI), mendapat medali emas di acara Bhumandala Award 2023, yang diselenggarakan Badan Informasi Geospasial (BIG) Republik Indonesia.
Penghargaan inipun disambut rasa syukur yang mendalam Pemkab Tulungagung, dan bisa menjadi pemantik semangat untuk terus menciptakan inovasi-inovasi baru.
“Kami bersyukur dengan diraihnya penghargaan Bhumandala Award 2023 di Discovery Kartika Plaza Hotel Badung, Bali, pada Senin (6/11) kemarin, dengan penilaian inovasi KILAO HATI dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, ungkap Kepala Bappeda Erwin Novianto, S.T, M.T, Rabu (08/11/2023).
Menurut Erwin, penghargaan diterima langsung oleh Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno yang didampingi dirinya dan juga Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung. “Penghargaan Bhumandala Kanaka (medali emas) untuk kategori kabupaten,” sambungnya.
Erwin berharap dengan disabetnya medali emas di ajang Bhumandala Award tersebut Kabupaten Tulungagung akan terus melakukan inovasi. Utamanya, untuk pelayanan publik.
“Diterimanya penghargaan ini bukanlah akhir, tapi membawa konsekuensi continuous development dan improvement untuk kepentingan masyarakat sebagai dalam pelayanan publik,” paparnya.
Perlu diketahui, dalam ajang penghargaan Bhumandala Award tahun ini, Pemerintah Republik Indonesia melalui BIG ditunjuk pula sebagai host country Asia Pacific Geospatial Forum (APGF) 2023.
Pengoperasian sistem KILAO HATI di Kabupaten Tulungagung terbukti dapat menekan angka kematian ibu (AKI) saat melahirkan. Bahkan, Kabupaten Tulungagung di tahun 2023 dinobatkan pula sebagai kabupaten dengan capaian penurunan angka AKI terbaik se-Jawa Timur.
Penghargaan capain penurunan AKI diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada Bupati Tulungagung yang saat itu dijabat Maryoto Birowo dalam Rapat Koordinasi Program Prioritas Bidang Kesehatan (Rakorkes) di Novotel, Surabaya. Rabu (26/7) silam.
Bupati Maryoto Birowo menyebutkan angka AKI di Kabupaten Tulungagung mengalami penurunan signifikan pada tahun 2023. Dari yang semula pada tahun 2022 berjumlah 16 kasus, namun pada semester satu tahun 2023 turun drastic menjadi hanya empat kasus.
“Keberadaan ibu hamil di Tulungagung menjadi salah satu perhatian Pemkab Tulungagung. Dengan konsultasi rutin mengenai kesehatan dan persiapan ibu hamil untuk melahirkan, kasus-kasus yang menyebabkan kematian pada ibu yang melahirkan tidak akan terjadi,” tuturnya.
Kabupaten Tulungagung melalui Dinkes saat ini terus berupaya melakukan pemetaan terhadap ibu hamil yang berisiko tinggi, sedang, maupun rendah. Kemudian para ibu hamil itu akan diberikan pendampingan dan pengawasan oleh masing-masing bidan desa. “Bidan desa bisa melakukan kegiatan pendampingan ibu hamil dengan baik karena dibantu oleh sistem bernama KILAO HATI itu,” tandasnya.
Erwin juga menyebut akan terus pula memperbaiki sistem rujukan di layanan kesehatan yang tersebar di seluruh Kabupaten Tulungagung. Ini semua agar waktu yang dibutuhkan seorang ibu hamil untuk mendapatkan layanan kesehatan di rumah sakit atau puskesmas yang dituju tidak panjang.












